Contoh Makalah Managemen Umum
MAKALAH
“Manajemen Umum”
Oleh: Rafiul Ain
NIM: 13012985
STT Nurul Jadid Paiton Probolinggo
Teknik Infomatika
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Seperti diketahui ilmu manajemen
berkembang terus hingga saat ini. Ilmu manajemen memberikan pemahaman kepada
kita tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam rneneliti, menganalisis
dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajer.
IImu manajemen merupakan salah
satu disiplin ilmu sosial. Pada tahun 1886 Frederick W. Taylor melakukan suatu
percobaan time and motion study dengan teorinya ban berjalan. Dari sini
lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas.
Kemudian Taylor menulis buku
berjudul The Principle of Scientific Management (1911) yang merupakan awal dari
lahirnya manajemen sebagai ilmu. Di samping itu ilmu manajemen sebagai ilmu
penegtahuan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Adanya kelompok manusia, yaitu
kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih.
2. Adanya kerjasama dari kelompok
tersebut.
3. Adanya kegiatan/proses/usaha.
4. Adanya tujuan.
Selanjutnya ilmu manajemen
merupakan kumpulan disiplin ilmu sosial yang mempelajari dan melihat manajemen
sebagai fenomena dari masyarakat modem. Dimana fenomena masyarakat modem itu
merupakan gejala sosial yang membawa perubahan terhadap organisasi.
Pada kenyataannya manajemen
sulit dedifenisikan karena tidak ada defenisi manajemen yang diterima secara
universal. Mary Parker Follet mendefenisikan manajemen sebagai seni dalam
menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Defenisi ini rnengandung arti bahwa
para manajer untuk mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk
melaksanakan berbagai tugas yang mungkin dilakukan. Manajemen memang bisa
berarti seperti itu, tetapi bisa juga mempunyai pengertian lebih dari pada itu.
Sehingga dalam kenyataannya tidak ada defenisi yang digunakan secara konsisten
oleh semua orang. Stoner mengemukakan suatu defenisi yang lebih kompleks yaitu
sebagai berikut : “Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan
sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar rnencapai tujuan organisasi
yang telah ditetapkan”.
Dari defenisi di atas terlihat
bahwa Stoner telah rnenggunakan kata “proses”, bukan “seni”. Mengartikan
manajernen sebagai “seni” mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan atau
ketrampilan pribadi. Sedangkan suatu “proses” adalah cara sistematis untuk
rnelakukan pekerjaan. Manajemen didefenisikan sebagai proses karena semua
manajer tanpa harus rnemperhatikan kecakapan atau ketrampilan khusus, harus
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dalam pencapaian tujuan
yang diinginkan.
Setiap pandangan mungkin berguna untuk
berbagai masalah yang berbeda-beda. Ada tiga aliran pemikiran manajemen yaitu :
a. Aliran klasik
b. Aliran hubungan manusiawi
c. Aliran manajemen moder
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
masalah di atas, penulis merumuskan permasalahkan sebagai berikut:
1.
Bagaimana prinsip teori manajemen aliran klasik?
2.
Bagaimana prinsip teori aliran hubungan manusiawi?
3.
Bagaimana prinsip aliran manajemen modern?
4.
Bagaimana perkembangan teori manajemen?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Prinsip
Teori Manajemen Aliran Klasik
Awal sekali ilmu manajemen
timbul akibat terjadinya revolusi industri di Inggris pada abad 18. Para
pemikir tersebut rnemberikan pematian temadap masalah-masalah manajemen yang
timbul baik itu di kalangan usahawan, industri maupun masyarakat. Para pemikir
itu yang terkenaI antara lain, Robert Owen, Henry Fayol, Frederick W Taylor dan
lainnya.
1. Robert Owen (1771 -1858)
Robert Owen adalah orang yang menentang
praktek-praktek memperkerjakan anak-anak usia 5 atau 6 tahun dan standar kerja
13 jam per hari. Tersentuh dengan kondisi kerja yang amat menyedihkan itu,
beliau mengajukan adanya perbaikan temadap kondisi kerja ini.
Pada tahun-tahun awal revolusi
industri, ketika para pekerja dianggap instrumen yang tidak berdaya, Owen
melihat rneningkatkan kondisi kerja di pabrik, rnenaikkan usia minimum kerja
bagi anak-anak, mengurangi jam kerja karyawan, menyediakan makanan bagi
karyawan pabrik, mendirikan toko-toko untuk menjual keperluan hidup karyawan
dengan harga yang layak, dan berusaha memperbaiki lingkungan hidup tempat
karyawan tinggal, dengan membangun rumah-rumah dan membuat jalan, sehingga
lingkungan hidup dan pabrik rnenjadi menarik. Sebab itu, beliau disebut “Bapak
Personal Manajemen Modem”. Selain itu, Owen lebih banyak memperhatikan pekerja,
karena menurutnya, investasi yang penting bagi manajer adalah sumber daya
manusia. Selain mengenai perbaikan kondisi kerja, beliau juga membuat prosedur
untuk meningkatkan produktivitas, seperti prosedur penilaian kerja dan bersaing
juga secara terbuka.
2. Charles Babbage (1792 -1871)
Charles Babbage adalah seorang
guru besar matematika yang tertarik pada usaha penilaian efisiensi pada
operasional suatu pabrik, dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah agar
terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan biaya. Beliau pertarna kali
mengusulkan adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi pekerjaan yang
sesuai dengan keterampilan tertentu, sehingga pekerjaan dibuat rutin dan lebih
mudah dapat dikendalikan dengan alat kalkulator. Babbage merupakan penemu
kalkulator mekanis pada tahun 1822, yang disebut “rnesin penambah dan pengurang
(Difference Machine)”, Prinsip-prinsip dasamya digunakan pada mesin-mesin hitung
hampir seabad kemudian. Pada tahun 1833 beliau menyusun sebuah Mesin analitis
(Analysical Machine), yaitu sebuah komputer otomatis dan merupakan dasar
komputer modern, sehingga beliau sering dinamakan Bapak Komputer”.
Tulisannya dituangkan dalam
bukunya yang beljudul “On the Economy Of Machinery and Manufactures” (1832).
Beliau juga tertarik pada prinsip efisiensi dalam pembagian tugas dan
perkembangan prinsip-prinsip ilmiah, untuk menentukan seorang manajer harus
memakai fasilitas, bahan, dan tenaga kerja supaya rnendapatkan hasil yang
sebaik-baiknya. Disamping itu Babbage sangat memperhatikan faktor manusia, dia
menyarankan sebaiknya ada semacam sistem pembagian keuntungan antara pekerja
dan pemilik pabrik, sehingga para pekerja memperoleh bagian keuntungan pabrik,
apabila mereka ikut menyumbang dalam peningkatan produktivitas. Beliau
menyarankan para pekerja selayaknya menerirna pembayaran tetap atas dasar sifat
pekerjaan mereka, ditambahkan dengan pembagian keuntungan, dan bonus untuk
setiap saran yang mereka berikan dalam peningkatkan produktivitas.
3. Frederick W. Taylor (1856 -1915)
Frederick W. Taylor dikenal
dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Gerakannya
yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip
yang menjadi intinya manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan
yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu,
pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Adapun filsafat Taylor
memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu :
1. Pengembangan manajemen ilmiah
secara benar.
2. Pekerjaan diseleksi secara
ilmiah dengan rnenempatkan pekerjaan yang cocok untuk satu pekerjaan.
3. Adanya pendidikan dan
pengambangan ilmiah dari para pekerja.
4. Kerjasama yang baik antara
manajernen dengan pekerja.
Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini,
beliau menganjurkan perlunya revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja.
Adapun prinsip-prinsip dasar menurut Taylor mendekati ilmiah adalah:
1.
Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.
2.
Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.
3.
Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.
4.
Bekerja untuk hasil yang maksimal.
5.
Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya, untuk
tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan perusahaan.
Buku-buku Taylor yang terkenal adalah
“Shop management (1930)”, Principles Of Scientific Management (1911)”, dan
“Testimory Before Special House Comittee (1912)”. Dan pada tahun 1947, ketiga
buku tersebut digabungkan dalam 1 (satu) buku dengan judul “Scientific
Management.
4. HenryL Gant (1861 -1919)
Sumbangan Henay L. Grant yang
terkenal adalah sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Beliau
juga memperkenalkan sistem “Charting” yang terkenal dengan “Gant Chart”.
Ia menekankan pentingnya
mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajernen dan para karyawan,
yaitu kerja sarna yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat
penting sehingga menggarisbawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan
pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya
penghargaan dalam segala masalah manajemen.
Metodenya yang terkenal adalah
rnetode grafis dalam menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya
pengendalian manajerial yang lebih baik. Dengan rnenekankan pentingnya waktu
maupun biaya dalam merencanakan dan rnengendalikan pekerjaan. Hal ini yang
menghasilkan terciptanya “Gantt Chart” yang terkenal tersebut.
1.
5. Henry Fayol (1841 -1925)
Henry
Fayol mengarang buku “General and Industrial management”. Pada tahun 1916,
dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat memperhatikan produktivitas
pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan manajemen bagi satu organisasi yang
kompleks, sehingga beliau menampilkan satu metode ajaran manajemen yang lebih
utuh dalam bentuk cetak biru. Fayol berkeyakinan keberhasilan para manajer
tidak hanya ditentukan oleh mutu pribadinya, tetapi karena adanya penggunaan
metode manajemen yang tepat.
Sumbangan terbesar dari Fayol
berupa pandangannya tentang manajemen yang bukanlah semata kecerdasan pribadi,
tetapi lebih merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan dari dipahami
prinsip-prinsip pokok dan teori umumnya yang telah dirumuskan. Fayol membagi
kegiatan dan operasi perusahaan ke dalam 6 macam kegiatan :
Teknis (produksi) yaitu berusaha
menghasilkan dan membuat barang-barang produksi.
1.
Dagang (Beli, Jual, Pertukaran) dengan tara mengadakan pembelian bahan
mentah dan menjual hasil produksi.
2.
Keuangan (pencarian dan penggunaan optimum atas modal) berusaha mendapatkan
dan menggunakan modal.
3.
Keamanan (perlindungan harga milik dan manusia) berupa melindungi pekerja
dan barang-barang kekayaan perusahaan.
4.
Akuntansi dengan adanya pencatatan dan pembukuan biaya, utang, keuntungan
dan neraca, serta berbagai data statistik.
5.
Manajerial yang terdiri dari 5 fungsi:
1) Perencanaan (planning) berupa
penentuan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi mencapai
tujuan-tujuannya.
2) Pengorganisasian dan (organizing),
dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan
rencana.
3) Memerintah (Commanding) dengan
memberi arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka.
4) Pengkoordinasian (Coordinating)
dengan memastikan sumber-sumber daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara
harmonis dalam mencapai tujuannya.
5) Pengendalian (Controlling)
dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah rencana itu sudah dilaskanakan
sebagaimana mestinya.
B. Aliran Hubungan Manusiawi
Pada tahap aliran perilaku atau
hubungan manusiawi organisasi melihat pada hakikatnya adalah sumber daya
manusia. Aliran ini mernandang aliran klasik kurang lengkap karena terlihat
kurang mampu rnewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dengan keharmonisan
di tempat kerja. Manusia dalam sebuah organisasi tidak selalu dapat dengan
mudah diramalkan prilakunya karena sering juga tidak rasional. Oleh sebab itu
para manajer perlu dibantu dalam menghadapi rnanusia, melalui antar lain ilmu
sosiologi dan psikologi. Ada tiga orang pelopor aliran perilaku yaitu:
1. Hugo Munsterberg (1863 -1916)
Sumbangannya yang terpenting
adalah berupa pernanfaatan psikologi dalam mewujudkan tujuan-tujuan
produktivitas sarna seperti dengan teori-teori manajemen lainnya. Bukunya
“Psychology and Indutrial Efficiency”, ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan
produktivitas:
a. Menempatkan seorang pekerja
terbaik yang paling sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dikerjakannya.
b. Menciptakan tata kerja yang terbaik yang
memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan produktivitas.
c. Menggunakan pengaruh psikologis agar
memperoleh dampak yang paling tepat dalam mendorong karyawan.
2. William Ouchi (1981)
lliam Ouchi, dalam bukunya
“theory Z -How America Business Can Meet The Japanese Challen ge (1981)”,
memperkenalkan teori Z pada tahun 1981 untuk menggambarkan adaptasi Amerika
atas perilaku Organisasi Jepang. Teori beliau didasarkan pada perbandingan
manajemen dalam organisasi. Jepang disebut tipe perusahaan Jepang dengan
manajemen dalam perusahaan Amerika -disebut perusahaan tipe Amerika. Berikut
adalah perbedaan organisasi tipe Amerika dan tipe Jepang.
Sumbangan para ilmuan yang
beraliran hubungan manusiawi ini terlihat dalam peningkatan pemahaman terhadap
motivasi perseorangan, perlaku kelompok, ataupun hubungan antara pribadi dalam
kerja dan pentingnya kerja bagi manusia. Para manajer diharapkan semakin peka
dan terampil dalam menangani dan berhubungan dengan bawahannya. Bahkan muncul
berbagai jenis konsep yang lebih mengaji pada masalah-masalah kepemimpinan,
penyelesaian perselisihan, memperoleh dan memanfaatkan kekuasaan, perubahan
organisasi dan konsep komunikasi. Walaupun demikian aliran ini tidak bebas dari
kritikan, karena di samping terlalu umum, abstrak dan kompleks, sukar sekali
bagi manajer untuk menerangkan tentang perilaku manusia yang begitu kompleks
dan sukar memilih nasehat ilmuwan yang mana yang sebaiknya harus dituruti dalam
mencapai solusi di dalam perusahaan.
3. Aliran Manajemen Modern
Muncul aliran ini lebih kepada
aliran kuantitatif merupakan gabungan dari Operation Research dan Management
Science. Pada aliran ini berkumpul para sarjana matematika, pisik, dan sarjana
eksakta lainnya dalam memecahkan masalah-masalah yang lebih kompleks. Tim
sarjana ini di Inggris, di Amerika Serikat, sesudah perang Dunia II dikenal
dengan sebutan “OR Tema” dan setelah perang dimanfaatkan dalam bidang industri.
Masalah-masalah ruwet yang memerlukan “OR Tim” ini antara lain di bidang
transportasi dan komunikasi.
Kehadiran teknologi komputer,
membuat prosedur OR lebih diformasikan menjadi aliran IImu Manajemen Modem.
Pengembangan model-model dalam memecahkan masalah-masalah manajemen yang
kompleks. Adanya bantuan komputer, maka dapat memberi pemecahan masalah yang
lebih berdasar rasional kepada para manajer dalam membuat putusan-putusannya.
Teknik-teknik ilmu manajemen ini membantu para manajer organisasi dalam
berbagai kegiatan penting, seperti dalam hat penganggaran modal, manajemen cash
flow, penjadwalan produksi, strategi pengembangan produksi, perencanaan sumber
daya manusia dan sebagainya.
Aliran ini juga memiliki
kelemahan karena kurang memberi perhatian kepada hubungan manusia. Oleh karena
itu sangat cocok untuk bidang perencanaan dan pengendalian, tetapi tidak dapat
menjawab masalah-masalah sosial individu seperti motivasi, organisasi dan
kepegawaian. Konsep dari aliran ini sebenarnya sukar dipahami oleh para manajer
karena dapat menyangkut kuantitatif sehingga para manajer itu merasa jauh dan tidak
terlibat dengan penggunaan teknik-teknik ilmu manajemen yang sangat ilmiah dan
kompleks.
4.
Perkembangan Teori Manajemen
Ketiga aliran manajemen yang
telah diuraikan di atas ternyata sampai sekarang berkembang terus. Aliran
hubungan manusiawi dan ilmu manajemen memberikan pendekatan yang penting dalam
meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah manajemen. Demikian pula
aliran klasik yang telah berkembang ke arah pemanfaatan hasil-hasil penelitian
dari aliran lain dan terus tumbuh menjadi pendekatan baru yang disebut
pendekatan sistem dan kontingensi.
Aliran klasik dikenal dengan
pendekatan proses dan operasi manajemen. Dengan terjadinya proses perkembangan
yang saling berkaitan di antara berbagai aliran ini, maka kemudian sudah sulit
untuk terlalu membedakan dan memisahkan antara aliran-aliran ini.
Proses perkembangan teori
manajemen terus berkembang hingga saat ini yang dilihat dari lima sisi yaitu:
1.
Dominan, yaitu aliran yang muncul karena adanya aliran lain. Pengkajian
dari masing-masing aliran masih dirasakan bermanfaat bagi pengembangan teori
manajemen.
2.
Divergensi, yaitu dimana ketiga aliran masing-masing berkemabng
sendiri-sendiri tanpa memanfaatkan pandangan aliran-aliran lainnya.
3.
Konvergensi, yang menampilkan aliran dalam satu bentuk yang sarna sehingga
batas antara aliran nlenjadi kabur. Perkembangan seperti inilah yang sudah
terjadi sekalipun bentuk pengembangannya tidak seimbang karena masih terlihat
bentuk dominan dari satu rnazhab terhadap yang lain.
4.
Sintesis, berupa pengembangan menyeluruh yang lebih bersitat integrasi dari
aliran-aliran seperti yang kemudian tampil dalam pendekatan sistem dan
kontingensi.
5.
Proliferasi, merupakan bentuk perkembangan teori manajemen dengan munculnya
teori-teori manajenlen yang baru yang memusatkan perhatian kepada satu
permasalahan manajenlen tertentu.
Seperti kita ketahui hingga saat
organisasi bisnis merupakan penciptaan pengetahuan dan menjadi sumber inovasi
yang penting bagi manajemen. Hal ini dapat dilihat bagaimana
perusahaan-perusahaan Jepang dan perusahaan besar lain di belahan dunia ini
berhasil dan berkembang karena keahlian danpengalaman dari para manajer dan
perusahaan secara keseluruhan menciptakan pengetahuan baru, service, system,
produk.
Adanya inovasi yang terus menerus
sebenamya rnerupakan inisiatif dari individual dan interaksi dalam kelompok
sehingga perubahan terns teljadi merupakan hasil dari pengalaman, penyatuan,
diskusi, dialog yang menciptakan pengetahuan baru.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Perkembangan teori manajemen
dimulai dari teori manajemen klasik dengan pemikiran manajemen ilmiah dari
Taylor dan teori organisasi klasik dari Mayo. Manajemen ilmiah menekankan pada
upaya menemukan metode terbaik untuk melakukan tugas manajemen secara ilmiah.
Sedangkan teori organisasi klasik menekankan pada kebutuhan mengelola
organisasi yang kompleks yang mefokuskan pada upaya menetapkan dan menerapkan
prinsip dan ketrampilan yang mendasari manajemen yang efektif.
Perkembangan yang memberik focus
yang sangat berbeda dari teori manajemen klasik disebut teori manajemen
neoklasik yang ditandai dengan perubahan fokus manajemen yang lebih menekankan
pada perilaku baik pada perilaku manusia maupun perilaku organisasi. Manajemen
yang baik menurut teori neo klasik ini adalah manajemen yang mefokuskan diri
pada pengelolaan staf secara efektif yang didasari akan pemahaman yang mendalam
dari segi sosiologis maupun psikologis.
Perkembangan selanjutnya yaitu
dengan menekankan pendekatan sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari
bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan. Namun saat ini
penerapan manajemen didasarkan pada pendekatan kontingensi yang memadukan
antara aliran ilmiah dengan perilaku dalam suatu sistem yang diterapkan menurut
situasi dan lingkungan yang dihadapai.
B. Saran
Berdasarkan materi makalah
pengantar Manajemen di atas, maka ada empat unsur pokok yang kami sarankan agar
pembaca memeperhatikan, pembahasan tersebut. Karena keempat unsur inilah,
merupakan induk sejarah sehingga terbentuklah ilmu tentang manajemen.
DAFTAR PUSTAKA
Amirullah, Haris Budoyono
2004. Pengantar Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sule, Ernie Trisnawati,
Kurniawan Saefulloh. 2005. Pengantar Manajemen.
Jakarta: Prenada Media Group.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia. 2009. Manajemen Pendidikan.
Bandung: Alfabeta.
Pidarta Made DR. 1988. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT. Bina
Aksara.
Semoga artikel Contoh Makalah Managemen Umum bermanfaat bagi Anda.

Posting Komentar